Kesulitan Mengatur Waktu antara Kehidupan sehari hari dan Kehidupan Kampus

        Di rumah, saya sering mengalami kesulitan dalam mengatur waktu karena berbagai kegiatan yang saling bertabrakan. Mengatur waktu saat kuliah sering kali menjadi tantangan besar bagi banyak mahasiswa. Tugas yang menumpuk, jadwal kuliah yang padat, hingga urusan pribadi kadang membuat saya kewalahan. Tidak jarang, semuanya terasa menekan sampai-sampai saya bingung harus mulai dari mana. Selain itu, lingkungan rumah yang ramai membuat saya sulit berkonsentrasi saat ingin mengerjakan tugas. Akibatnya, banyak pekerjaan yang tertunda dan harus dikerjakan pada malam hari. Hal ini membuat pola istirahat menjadi tidak teratur dan menimbulkan kelelahan keesokan harinya. Padahal, kemampuan mengatur waktu sangat menentukan kenyamanan kita menjalani masa kuliah. 
Penyebab saya sulit mengatur waktu karena ada beberapa seperti:
1.  Tugas kuliah yang datang Bersamaan, Seringnya dosen memberikan deadline dalam waktu yang berdekatan. Akibatnya, saya merasa kewalahan karena harus menyelesaikan banyak hal sekaligus.
2. Tidak memiliki perencanaan yang Jelas, saya menjalani hari tanpa jadwal atau to-do list. Akhirnya tugas dikerjakan mendekati deadline, dan waktu terasa tidak cukup.
3. Distraksi dari gadget dan media sosial, niatnya hanya ingin buka Instagram sebentar, tapi tiba-tiba sudah berlalu satu jam. Kebiasaan ini menghabiskan waktu tanpa disadari. 
4. Kurangnya manajemen stres, saat stres, seseorang cenderung menunda pekerjaan dan kehilangan fokus. Ini memperburuk manajemen waktu. 
Cara saya mengatasi masalah tersebut dengan 
1. Buat jadwal harian atau mingguan, menulis kegiatan yang harus saya lakukan dalam satu hari atau satu minggu, 
2. Kurangi distraksi, mengatur mode “Do Not Disturb” pada ponsel saat belajar.
3. Batasi jumlah aktivitas, tidak harus ikut semua kegiatan kampus atau menerima semua ajakan nongkrong. Memilih yang benar-benar bermanfaat dan sesuai prioritas
4. Jaga kesehatan fisik dan mental, tidur cukup, makan teratur, dan melakukan aktivitas yang membuat rileks. Kesehatan yang baik membantu saya lebih fokus dan produktif.
       Mengatur waktu memang bukan hal yang mudah, terlebih ketika tuntutan kuliah dan kehidupan sehari-hari datang bersamaan. Namun dengan perencanaan yang baik, kebiasaan yang disiplin, dan pengelolaan stres yang tepat, semua dapat dijalani dengan lebih ringan. Satu strategi penting adalah belajar membuat prioritas. Tidak semua tugas atau kegiatan memiliki tingkat urgensi dan dampak yang sama. Dengan membedakan mana yang penting, mana yang mendesak, serta mana yang bisa ditunda atau bahkan dihapus dari daftar, saya dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih terstruktur. Ketika tugas-tugas besar terasa berat, memecahnya menjadi bagian-bagian kecil juga bisa menjadi solusi yang sangat membantu. Dengan begitu, saya dapat merasakan progres sedikit demi sedikit, sehingga beban mental terasa lebih ringan. Saya dapat merasakan progres sedikit demi sedikit, sehingga beban mental terasa lebih ringan. Membangun rutinitas yang konsisten juga menjadi kunci keberhasilan manajemen waktu. Rutinitas tidak hanya membuat hari terasa lebih teratur, tetapi juga mengurangi kebingungan harus mulai dari mana. Misalnya, saya membangun kebiasaan untuk memulai pagi dengan mengecek jadwal, mempersiapkan kebutuhan perkuliahan, atau membaca materi singkat sebelum aktivitas lain dimulai. Di malam hari, saya menutup hari dengan mengevaluasi apa yang sudah dilakukan serta menyiapkan rencana untuk hari berikutnya. Kebiasaan seperti ini membantu otak beradaptasi dan bekerja lebih efisien. lingkungan belajar sangat memengaruhi produktivitas.
        Belajar di tempat yang berantakan, bising, atau terlalu nyaman seperti di atas kasur sering kali membuat saya cepat lelah atau malah mengantuk. Oleh karena itu, saya mulai menata meja belajar, menyingkirkan barang-barang yang tidak perlu, dan memastikan pencahayaan cukup. Sesekali, saya memilih belajar di perpustakaan atau kafe yang suasananya lebih tenang. Perubahan kecil seperti ini ternyata membawa dampak besar terhadap fokus dan efektivitas belajar.
         Pada akhirnya, saya menyadari bahwa kemampuan mengatur waktu bukanlah sesuatu yang muncul secara instan. Ini adalah keterampilan yang harus dilatih terus-menerus. Ada hari-hari di mana saya merasa sangat produktif, tetapi ada pula hari-hari ketika saya tidak bisa mengikuti jadwal yang sudah dibuat. Namun, saya belajar untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri. Yang terpenting adalah terus mencoba dan tidak menyerah. Sedikit demi sedikit, saya mulai merasakan perubahan positif, baik dari segi akademik maupun keseharian. 
       Mengatur waktu saat kuliah memang penuh tantangan, tetapi dengan memahami penyebab masalah, melakukan perencanaan yang lebih matang, dan membangun kebiasaan positif, semuanya dapat teratasi. Setiap mahasiswa memiliki proses dan ritme masing-masing, dan menemukan cara yang paling sesuai adalah bagian dari perjalanan itu sendiri. Dengan kedisiplinan dan kesadaran diri yang baik, saya percaya setiap orang dapat menjalani masa kuliah dengan lebih seimbang, produktif, dan menyenangkan.
Nama: DEBBY NAILA CLARESTA 
Kelompok: 11 CORTEX 

Popular posts from this blog

Upacara Pembukaan 5th Brave Program isu kesehatan dan air bersih global

Materi PKKMB Day 2